WAASTER KASAD BRIGJEN TNI A KADIR SULTAN BERKUNJUNG KE KODIM 0208/AS

15 Juli 2013 | Oleh: | Buat Komentar

WAASTER KASAD BRIGJEN TNI A KADIR SULTAN BERKUNJUNG KE KODIM 0208AS

Penrem 022/PT.

Kisaran, Wakil Asisten Teritorial Komando Strategis Angkatan Darat (Waaster Kasad) Brigjen TNI A Kadir Sultan melakukan kunjungan kerja ke Makodim 0208/AS dan disambut Dandim Letkol Inf Muhammad Ali SH bersama sejumlah perwiranya, baru-baru ini. Kunjungan Waaster didampingi Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 022/PT Mayor Charles Bonar P Sagala SH bertujuan untuk melakukan pengawasan dan evaluasi kegiatan teritorial di wilayah Kodim 0208/AS. Pertemuan dengan sejumlah perwira di Makodim, Waaster mengatakan pembinaan teritorial oleh seluruh aparat teritorial di daerah diperlukan peningkatan keterampilan seluruh aparat teritorial harus bisa berdayaguna untuk memberikan tuntunan kepada aparat teritorial.

Waaster menyinggung tentang lima kemampuan teritorial yang wajib dikuasai seluruh personil kewilayahan, termasuk Koramil dan juga Babinsa. Lima Kemampuan teritorial yaitu temu cepat dan lapor cepat. Brigjend TNI A Kadir Sultan didampingi Dandim mengatakan, temu cepat dan lapor cepat merupakan kemampuan untuk personel untuk mendapatkan keterangan secara cepat atau deteksi dini dan sesegera melaporkannya dengan cepat dan segera ditindak lanjuti untuk dijadikan bahan keterangan dalam cegah dini. Demikian pula kemampuan manajemen teritorial, yang dituntut semua kegiatan harus direncanakan, diorganisir, dilaksanakan, dan dikendalikan serta diawasi yang berkaitan dengan ketatalaksanaan pembinaan teritorial di antaranya kegiatan pengumpulan data, tabulasi data serta membuat klasifikasi wilayah.Selain itu, penguasaan wilayah merupakan kemampuan untuk mengenali secara mendalam ciri-ciri potensi geografi, demografi dan kondisi sosial suatu daerah.

Setiap daerah di Indonesia tentu saja memiliki ciri-ciri serta karakteristik yang berbeda-beda, baik ditinjau dari aspek geografi, demografi serta kondisi sosial yang berlaku di daerah itu, paparnya. Selanjutnya kemampuan pembinaan perlawanan rakyat merupakan kemampuan meningkatkan pembinaan gelar kekuatan yang diarahkan untuk dapat melaksanakan tindakan prefentif dan represif. Harus ada upaya-upaya yang dilakukan untuk terus menumbuhkan serta memupuk jiwa dan semangat bela negara di hadapkan dengan potensi di wilayah yang tersedia, ungkapnya dengan mencontohkan pembinaan serta pelatihan Hansip, Ormas, OKP serta potensi lain yang dapat menunjang ketahanan wilayah. Terakhir kemampuan Komunikasi Sosial. Berkomunikasi, berintegrasi dan beradaptasi dengan masyarakat sekitar haruslah dapat mencipkatan suasana yang harmonis, sehingga tercipta keeratan hubungan yang baik. Lima kemampuan teritorial ini harus dikuasai oleh seluruh personil teritorial dalam hal ini Kodim 0208/AS, ungkapnya.(donnel).

 

Tinggalkan Komentar!